BPBD Samarinda Beri Layanan Kesehatan Gratis untuk 90 Relawan Karhutla di Sambutan

Penulis: Endra Sanjaya  •  Kamis, 05 November 2026 | 09:31:31 WIB
Petugas kesehatan memeriksa kondisi fisik relawan karhutla di Kecamatan Sambutan, Samarinda.

SAMARINDA — Kepala Pelaksana BPBD Samarinda Suwarso menyatakan pemantauan kondisi fisik relawan dilakukan karena frekuensi kejadian karhutla di Kecamatan Sambutan sangat padat. Petugas di lapangan rata-rata bekerja lebih dari 12 jam setiap hari untuk memadamkan api.

Dari 90 peserta, sebanyak 40 personel menerima infus vitamin booster, sementara lebih dari 50 orang mengikuti pemeriksaan kesehatan rutin. Kegiatan ini terlaksana berkat kolaborasi BPBD Samarinda dengan Raheela Project, mitra dari LAZ DPU Kaltim.

Mengapa Layanan Kesehatan Ini Dianggap Krusial

BMKG memprediksi musim kemarau masih berlangsung 12 hari ke depan. Selain memadamkan api, tenaga relawan juga dibutuhkan untuk mendistribusikan air bersih kepada warga terdampak.

"Kami melakukan pemantauan terhadap kondisi fisik para relawan karena frekuensi kejadian karhutla di Kecamatan Sambutan begitu padat," ujar Suwarso.

Beban Kerja Relawan di Garis Depan

Intensitas karhutla yang tinggi menuntut kondisi fisik prima dari setiap personel. Pemeriksaan kesehatan dan vitamin booster diarahkan untuk mencegah relawan tumbang di tengah operasi pemadaman.

Suwarso berharap dukungan serupa terus mengalir dari berbagai pihak bagi para pejuang di garis depan. Menurutnya, ketahanan fisik relawan merupakan modal utama dalam menangani bencana di lapangan.

Apa Langkah Selanjutnya

BPBD Samarinda akan terus memantau kondisi personel selama musim kemarau berlangsung. Distribusi air bersih bagi warga terdampak tetap berjalan berdampingan dengan operasi pemadaman di Kecamatan Sambutan.

Reporter: Endra Sanjaya
Sumber: kaltimpost.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top