KALIMANTAN TIMUR — CAL Automotive Creations membangun ulang Chevrolet Bel Air 1955 dua pintu dengan mesin V-8 598 cubic-inch berdaya 741 horsepower dan torsi 703 pound-feet, lalu memamerkannya di ajang SEMA 2026 lewat dukungan BluePrint Engines. Proyek restomod ini bukan sekadar tanam mesin besar, karena sasis Art Morrison sampai interior ikut dirombak ulang. Simak rincian ubahan dan angka teknisnya berikut ini.
CAL Automotive Creations mengambil model dua pintu sebagai basis, lalu memutuskan mobil klasik itu butuh mesin V-8 berkapasitas besar. BluePrint Engines menyediakan crate engine yang langsung dipasangkan ke bodi Bel Air, menjadikan proyek ini salah satu custom build yang tampil di SEMA 2026.
Dapur pacu yang dipakai berkapasitas 598 cubic-inch dan menghasilkan 741 horsepower serta torsi 703 pound-feet. Mesin itu dipasangkan dengan transmisi otomatis Bowler, lalu dilengkapi EFI intake, machined valve covers, dan fabricated stainless-steel headers.
Blok mesin dibalut cat merah pekat, sementara gas buang dialirkan lewat muffler SpinTech. Kombinasi ini membuat karakter suara dan respons mesin berbeda jauh dari Bel Air standar pabrikan.
Bagian kaki-kaki dirombak total lewat sasis Art Morrison. CAL membuat rear rails yang menukik ke atas supaya ride height lebih rendah, dipadukan dengan RideTech coil-overs.
Center crossmember dinaikkan agar komponen tetap berada di atas scrub line. Artinya, mobil masih bisa dikendarai di jalan berlubang tanpa risiko komponen bawah menyentuh permukaan aspal.
Pengereman diserahkan ke kaliper enam piston Baer. Kombinasi sasis, coil-over, dan rem ini yang membuat restomod ini tetap layak dipakai harian, bukan cuma pajangan.
Bagian eksterior juga mendapat perhatian serius. Quarter panel dibentuk ulang, begitu pula bezel lampu belakang dan surround gril depan, sebagai bukti kerapian pengerjaan CAL.
Cat gelap dan bodywork dibuat khusus untuk proyek ini, dilengkapi sentuhan nikel dari Advanced Plating. Velg one-off hasil garapan Leading Edge Machine and Design dicocokkan dengan warna cat, lalu dipasang dengan setup staggered agar tampilan lebih agresif.
Kabin dikerjakan CAL bersama Santana Interior Design. Nuansa klasik tetap dijaga lewat center console billet-machined yang menyimpan cupholder di bawah armrest geser.
Meski begitu, instrumentasi sudah memakai Dakota digital dan sistem iklim kabin diserahkan ke Vintage Air. Perpaduan ini membuat interior terasa vintage tanpa mengorbankan kenyamanan pemakaian modern.
Dari mesin, sasis, bodi, sampai interior, hampir tidak ada bagian yang dibiarkan standar. Bagi penggemar restomod, Bel Air 1955 ini menunjukkan standar pengerjaan yang rapi dan terukur.
Yang perlu diingat, ini mobil pameran dengan mesin 741 HP yang belum tentu cocok untuk pemakaian harian di Indonesia. Untuk kolektor yang mencari build lengkap, proyek CAL Automotive Creations ini layak dijadikan referensi.