KALIMANTAN TIMUR — Marc Marquez memenangi balapan utama MotoGP Malaysia di Sirkuit Sepang dan kini memimpin klasemen dengan 399 poin, unggul 44 angka atas Jorge Martin. Kemenangan itu membuka jalan bagi rider Ducati Lenovo tersebut untuk mengunci gelar juara dunia kesepuluh dalam kariernya.
Balapan utama seri Malaysia berlangsung Minggu (1/11/2026) sore WIB. Marquez menuntaskan 20 lap di depan Pedro Acosta (Red Bull KTM) yang finis +4,172 detik di belakangnya, disusul Alex Marquez (BK8 Gresini Ducati) di posisi ketiga dengan selisih +5,955 detik.
Hasil di Sepang melengkapi pekan yang nyaris sempurna bagi Marquez. Sehari sebelumnya, Sabtu (31/10/2026), ia menempati peringkat dua sprint race Malaysia, sementara Martin tidak mendulang angka sama sekali.
Jorge Martin sebenarnya turun ke lintasan dalam kondisi tidak ideal. Rider Aprilia Racing itu mengalami cedera pergelangan tangan patah akibat terjatuh di sprint race Australia pekan sebelumnya.
Ia mencoba bertahan, tetapi akhirnya memilih mundur dari balapan utama Sepang. Keputusan itu membuat Marquez leluasa menambah poin tanpa tekanan langsung dari pesaing terdekatnya.
Padahal, pekan lalu di Australia, Martin sempat menggeser Marquez dari puncak klasemen. Ketika itu Marquez menguasai sprint race dan berhasil membalik defisit dua angka menjadi keunggulan 10 poin. Jarak tersebut tidak berubah karena lomba utama di Australia dibatalkan akibat cuaca buruk.
Dengan 399 poin, Marquez kini unggul 44 angka atas Martin. Seri Qatar kemungkinan besar tetap berlangsung pekan depan, tetapi partisipasi Martin masih tanda tanya besar.
Marquez hanya butuh memetik 30 angka lebih banyak ketimbang Martin untuk memastikan gelar juara dunia kesepuluh sepanjang karier. Ia juga cukup mengungguli Marco Bezzecchi (Aprilia Racing) yang menempati peringkat tiga klasemen dengan selisih delapan poin saja.
Francesco Bagnaia, rekan setim Marquez di Ducati Lenovo, finis jauh di belakang di posisi 13 dengan selisih +32,960 detik. Sementara itu, empat rider gagal menyelesaikan lomba: Johann Zarco, Diogo Moreira, Joan Mir, dan Augusto Fernandez.
Musim ini menjadi musim kedelapan Marquez tampil dominan sejak debut di kelas premier. Gelar juara dunia yang ia buru di Qatar nanti akan menjadi yang kesepuluh di seluruh kelas, memperkuat posisinya sebagai salah satu rider paling sukses dalam sejarah MotoGP.
Bagi Ducati Lenovo, kemenangan di Sepang sekaligus menegaskan kekuatan motor GP26 di sirkuit dengan karakter trek lurus panjang. Kini perhatian beralih ke Qatar, tempat Marquez berpeluang menyegel gelar lebih cepat dari perkiraan banyak pihak.