PASER — Bupati Paser Fahmi Fadli menyatakan persiapan tuan rumah telah berjalan sejak daerahnya ditunjuk pada 2022. Selama tiga tahun, pemerintah kabupaten mengucurkan sekitar Rp 300 miliar untuk pembangunan venue pertandingan.
Menurut Fahmi, efisiensi anggaran tidak menyurutkan target penyelesaian fasilitas. Pihaknya menjamin seluruh arena siap dipakai sebelum pertandingan dimulai.
"Meski ada efisiensi anggaran, insyaallah bisa kami atasi dengan baik. Kami memberikan perhatian khusus terhadap persiapan pelaksanaan Porprov dan menjamin venue 100 persen selesai," kata Fahmi.
Bagi Paser, menjadi tuan rumah bukan sekadar menyediakan arena. Ada dua target yang ingin diraih sekaligus: menyelenggarakan pesta olahraga dengan lancar dan merebut predikat juara umum.
Deretan fasilitas olahraga di kabupaten itu masih berpacu dengan waktu. Pekerjaan sejumlah venue belum tuntas, sementara ribuan atlet dan ofisial dari berbagai daerah bersiap datang memperebutkan medali.
Persaingan Porprov tidak hanya berlangsung di arena pertandingan. Kesiapan administrasi, dukungan anggaran, dan pengelolaan kebutuhan kontingen ikut menentukan kelancaran keikutsertaan daerah.
Kutai Timur berupaya memperbaiki peringkat dari edisi sebelumnya. Bontang harus mencari jalan keluar atas keterbatasan pembiayaan perjalanan kontingennya.
Balikpapan tetap membidik juara umum meski sejumlah atletnya gagal lolos verifikasi. Tiga daerah itu memperlihatkan tantangan yang berbeda jelang perhelatan 14–27 November mendatang.
Keterbatasan anggaran dan kendala administrasi atlet masih mengadang sejumlah kontingen. Persoalan transportasi dan penginapan juga masuk daftar kebutuhan yang harus diselesaikan.
Porprov VIII Kaltim 2026 di Paser menjadi ujian bagi daerah-daerah peserta. Ambisi meraih medali membayangi persiapan, sementara waktu menuju hari pertandingan semakin pendek.