SAMARINDA — Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim Buyung Dodi Gunawan menyebut kebakaran tersebar merata di seluruh 10 kabupaten/kota. Data terbaru menempatkan Samarinda sebagai wilayah perkotaan dengan luas terbakar 730,97 hektare dari 289 kejadian, sedangkan Balikpapan mencatat 114 kejadian dengan luas 104,04 hektare.
“Seluruh kejadian karhutla selama bulan Oktober seluas 1.627,97 hektare seluruhnya terjadi pada area lahan masyarakat,” kata Buyung, Minggu, 25 Oktober 2026.
Kabupaten Paser mencatat frekuensi kejadian tertinggi se-Kaltim dengan 615 insiden dan luas terdampak 1.753,03 hektare. Angka itu menempatkan Paser di atas Kutai Kartanegara dari sisi jumlah kejadian, meski luas lahan terbakar di Kukar lebih besar.
Wilayah lain turut menanggung beban serupa. Kutai Barat mencatat 1.369,12 hektare dari 212 kejadian, Berau 1.031,55 hektare dari 249 kejadian, dan Penajam Paser Utara 905,05 hektare dari 243 kejadian.
Di sisi lain, Kutai Timur tercatat 487,46 hektare dari 153 kejadian. Mahakam Ulu mengalami 34 kejadian dengan luas 45,80 hektare, sementara Bontang menjadi wilayah dengan angka terendah, yakni 15 kejadian dan luas 16,23 hektare.
Sebaran data menunjukkan kebakaran tidak berhenti di kawasan hutan. Lahan milik masyarakat ikut terbakar, terutama pada Oktober yang menyumbang 1.627,97 hektare dari total luas terdampak.
Kondisi itu menjadikan pencegahan pembakaran lahan sebagai kunci menekan perluasan titik api. BPBD menilai pengawasan terhadap aktivitas pembukaan lahan oleh warga sama pentingnya dengan pemadaman di kawasan hutan.
“Kami terus memperkuat kesiapsiagaan personel di seluruh wilayah rawan demi menekan potensi munculnya titik api baru,” ujar Buyung.
Pemprov Kaltim menyiagakan posko terpadu di seluruh kabupaten/kota dengan dukungan sekitar 11.000 personel gabungan. Pemadaman melalui jalur darat dan udara terus dilakukan, terutama di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
BPBD mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar. Imbauan itu dinilai mendesak mengingat luasnya area terdampak dan tingginya jumlah kejadian karhutla di Kaltim.