Kemenhub dan KAI Matangkan Kajian Kereta Logistik Kaltim, Menko AHY Sebut Butuh Perhitungan Detail

Penulis: Chandra Kusuma  •  Jumat, 09 Oktober 2026 | 09:59:02 WIB
Menko AHY meninjau kesiapan kajian kereta logistik Kaltim di Balikpapan, Kamis.

Kementerian Perhubungan bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero) masih mematangkan kajian teknis dan perhitungan investasi pengembangan kereta api khusus logistik di Kalimantan Timur. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menyatakan proyek ini menuntut perhitungan rinci karena menyangkut penataan ruang, kapasitas fiskal, hingga kepastian investasi jangka panjang. Rencana ini menyambung kembali wacana perkeretaapian Kaltim yang sempat berhenti sejak 2022.

BALIKPAPAN — Pemerintah pusat mengkaji ulang skema perkeretaapian logistik di Kalimantan Timur untuk menopang efisiensi distribusi sumber daya alam sekaligus konektivitas kawasan pendukung Ibu Kota Nusantara (IKN). Kajian teknis dan hitungan investasi dikerjakan Kementerian Perhubungan bersama PT KAI (Persero).

Menko AHY menyampaikan hal itu usai memberikan orasi ilmiah pada Dies Natalis ke-12 Institut Teknologi Kalimantan (ITK) di Balikpapan. Ia menekankan perencanaan matang sangat krusial karena jalur kereta berkaitan langsung dengan penataan ruang, kapasitas fiskal daerah dan pusat, serta kepastian investasi yang berkelanjutan.

Mengapa Perhitungan Investasi Jadi Penentu

"Kementerian Perhubungan dan KAI terus merencanakan ini, mematangkan segala perhitungan karena pengembangan kereta ini membutuhkan perhitungan yang benar-benar detail," kata AHY di Balikpapan, Kamis.

Menurut AHY, moda kereta api di berbagai negara telah menjadi tulang punggung konektivitas, terutama untuk menopang arus distribusi barang dan angkutan logistik skala besar. Kaltim dinilai punya potensi komoditas melimpah seperti batu bara hingga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO).

Komoditas itu membutuhkan moda transportasi tangguh untuk menjangkau kawasan industri dan pelabuhan. Peningkatan kapasitas angkutan logistik diarahkan menghubungkan rantai pasok ke pasar domestik maupun kebutuhan ekspor.

Jejak Panjang Proyek yang Sempat Groundbreaking 2015

Rencana rel kereta logistik di Kaltim bukan wacana baru. Pada masa jabatan Gubernur Awang Faroek Ishak periode 2008–2018, Pemprov Kaltim bekerja sama dengan BUMN perkeretaapian Rusia, JSC Russian Railways, melalui anak usahanya PT Kereta Api Borneo.

Lewat kerja sama itu, Pemprov Kaltim mengirim puluhan mahasiswa ke St. Petersburg State Transport University di Rusia untuk mempelajari ilmu perkeretaapian. Mereka disiapkan sebagai calon sumber daya manusia pengelola jalur.

Proyek jalur kereta api logistik batu bara dan sawit sempat diresmikan melalui peletakan batu pertama oleh Presiden Joko Widodo di kawasan Buluminung, Penajam Paser Utara, pada 19 November 2015.

Kereta Api Borneo Mundur pada Maret 2022

Namun, pada Maret 2022, PT Kereta Api Borneo resmi mengundurkan diri dan membatalkan rencana investasi pengangkutan komoditas tersebut. Kendala efisiensi bisnis dan kondisi ekonomi global menjadi penyebabnya.

Kegagalan itu membuat proyek rel logistik Kaltim berhenti di tengah jalan. Kini pemerintah pusat kembali mengkaji skema perkeretaapian di wilayah tersebut, dengan IKN sebagai salah satu pertimbangan konektivitas.

Belum ada keterangan resmi soal nilai investasi maupun jadwal pembangunan tahap baru. Kemenhub dan KAI masih berada di tahap perhitungan teknis sebelum skema pembiayaan dan pelaksanaan ditetapkan.

Reporter: Chandra Kusuma
Sumber: kaltim.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top