KALIMANTAN TIMUR — Kulit bayi baru lahir memang tipis dan belum bisa mempertahankan kelembapan sebaik kulit orang dewasa, jadi wajar jika mudah kering dan mengelupas. Simak penyebabnya serta sepuluh cara praktis mengatasi kulit kering bayi yang bisa Ibu lakukan di rumah.
Lapisan terluar kulit bayi butuh waktu sekitar satu tahun untuk mencapai kematangan penuh. Selama masa itu, kelenjar minyak belum bekerja maksimal sehingga kelembapan kulit gampang hilang.
Sebelum lahir, kulit mungilnya terlindungi oleh cairan ketuban dan verniks, lapisan tebal yang menjaga kulit dari paparan cairan. Begitu bayi lahir dan menghirup udara pertama, perlindungan alami itu perlahan hilang dan kulit harus beradaptasi sendiri dengan lingkungan baru.
Kulit bayi punya lapisan terluar yang jauh lebih tipis dibanding kulit orang dewasa. Kondisi ini membuatnya sulit menahan air di dalam kulit, sehingga mudah terkelupas dan terasa kasar.
Selain faktor alami tersebut, ada beberapa pemicu lain yang perlu Ibu waspadai:
Sebagian besar kasus kulit kering pada bayi bisa ditangani dengan perawatan sederhana di rumah. Kuncinya adalah menjaga kelembapan alami kulit dan menghindari pemicu iritasi.
Perawatan harian yang konsisten jauh lebih efektif daripada mengobati setelah kulit terlanjur mengelupas. Mulai dari cara memandikan hingga memilih pelembap, semuanya berpengaruh pada kelembapan kulit bayi.
Isi bak mandi dengan air hangat kuku, bukan air panas, dan pilih pembersih yang bebas pewangi serta soap-free alih-alih sabun mandi berbusa. Berendam dalam air panas berbusa justru menghilangkan kelembapan alami yang sangat dibutuhkan kulit bayi yang masih sangat lembut.
Saat mengeringkan tubuhnya, tepuk-tepuk handuk perlahan dan jangan digosok. Mandikan bayi setiap hari atau dua hari sekali, lalu segera oleskan krim setelahnya. Pelembap bertekstur kental seperti krim atau salep bisa diulang satu hingga dua kali lagi di luar jadwal mandi.
Kulit kering yang disertai kemerahan hebat, lepuhan, atau keluarnya cairan bukan lagi kondisi normal. Segera bawa bayi ke dokter anak jika kulitnya terlihat meradang, terasa hangat saat disentuh, atau membuatnya rewel terus-menerus.
Bayi dengan riwayat keluarga eksim juga sebaiknya diperiksakan lebih awal. Dokter bisa membantu menentukan apakah kulit keringnya termasuk gejala eksim yang butuh penanganan khusus.
Merawat kulit kering bayi sebenarnya tidak rumit. Dengan pelembap yang tepat, mandi singkat air hangat, dan pakaian berbahan lembut, kulit si kecil bisa kembali lembap dan nyaman. Bila ragu, jangan sungkan bertanya ke dokter anak atau konsultan laktasi soal asupan dan perawatan yang paling sesuai.