John Herdman Akui Tegang Susun Algojo Penalti Usai Gol Elkan Baggott

Penulis: Chandra Kusuma  •  Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:50:01 WIB
Pelatih Timnas Indonesia John Herdman mengaku langsung menyusun daftar penendang penalti usai gol penyama kedudukan Elkan Baggott.

KALIMANTAN TIMUR — John Herdman mengaku langsung menyusun daftar penendang penalti begitu Elkan Baggott menyamakan kedudukan jadi 2-2 di final FIFA ASEAN Cup 2026. Pelatih Timnas Indonesia itu bahkan sempat tergoda menahan Baggott di lini depan sebelum Skuad Garuda menutup laga lewat adu penalti.

Keputusan Herdman menaikkan Baggott ke area pertahanan Thailand jadi titik balik laga. Saat itu Indonesia tertinggal 1-2 setelah Peeradon Chamratsamee melepaskan tembakan akurat ke pojok gawang. Lima menit berselang, Baggott membalas dan mengubah papan skor jadi 2-2.

Gol tersebut tidak memberi Herdman waktu untuk bernapas. Ia mengaku langsung berbalik badan dan menyusun urutan penendang penalti bersama salah satu asistennya.

Momen Gol Baggott Ubah Arah Final

Bagi Herdman, gol Baggott bukan sekadar penyama kedudukan. Mantan pelatih Timnas Kanada itu menilai gol tersebut mengubah jalannya pertandingan secara keseluruhan, termasuk bagaimana ia harus menyiapkan skenario adu penalti.

"Ya, ketika Elkan mencetak gol, saya langsung berbalik dan berusaha mengatur para penendang penalti secepat mungkin karena saya tahu dia baru saja mengubah jalannya pertandingan. Inilah yang terjadi dalam final-momen-momen penting," ujar Herdman.

Ia mengaku sempat ragu apakah akan menahan Baggott di lini depan untuk memburu gol ketiga. Kepercayaan diri pemain dinilainya sedang tinggi setelah gol penyama kedudukan tercipta.

"Saya bersama salah satu asisten pelatih langsung menentukan penendang penalti dan sempat berpikir apakah akan membiarkan Elkan tetap berada di depan (tertawa) untuk mencoba mencetak gol lagi. Dia terlihat menikmati perannya sebagai penyerang tengah," tutur Herdman.

Thailand Dikenal Punya Naluri Membunuh Pertandingan

Herdman menyebut final FIFA ASEAN Cup 2026 berjalan liar sejak menit awal. Ia menilai atmosfer sepak bola Asia Tenggara menuntut ketangguhan mental lebih dulu sebelum bicara soal taktik.

"Ini benar-benar gila. Pengalaman ini sungguh luar biasa. Turnamen ini sangat liar. Bermain di Asia Tenggara juga sangat luar biasa. Dibutuhkan ketangguhan mental sebelum apa pun untuk bisa mengangkat trofi di sini," katanya.

Ia juga memberi kredit khusus untuk Thailand yang dinilainya tampil tangguh sepanjang laga. Pengalaman Thailand di final dan tradisi juara disebut Herdman jadi modal berharga yang menyulitkan Indonesia.

"Saya harus mengatakan, Thailand tampil sangat baik dan sangat tangguh malam ini. Mereka menunjukkan pengalaman bermain di final dan mengangkat trofi sebelumnya. Mereka memiliki pengalaman tersebut dan naluri untuk membunuh pertandingan," ujar Herdman.

Herdman Sebut Indonesia Tak Lagi Menyerah ke Siapa Pun

Gelar juara ini disebut Herdman sebagai bukti perubahan mental skuad. Ia menegaskan Timnas Indonesia kini berani bertahan hingga akhir melawan tim mana pun.

"Saya pikir kami menunjukkan kalau kami tidak lagi menyerah kepada siapa pun. Kami akan bertahan hingga akhir. Sekali lagi, saya sangat bangga kepada staf saya, para pemain, dan semua orang di PSSI yang membantu mewujudkan momen ini," kata Herdman.

Kemenangan atas Thailand menutup perjalanan panjang Skuad Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026. Trofi ini juga menjadi penanda era baru di bawah kepemimpinan Herdman, yang menekankan ketangguhan mental sebagai fondasi permainan.

Reporter: Chandra Kusuma
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top