KALIMANTAN TIMUR — Marc Marquez datang ke MotoGP Mandalika dengan misi mengakhiri catatan buruknya di Sirkuit Mandalika. Pebalap Spanyol itu belum pernah menyelesaikan balapan di Indonesia, dan kini ia tiba dengan modal kemenangan ganda di MotoGP Jepang serta hanya tertinggal dua poin dari Jorge Martin di puncak klasemen.
Marc Marquez menyapu bersih Sprint dan Race di Motegi, mengoleksi 37 poin dari satu akhir pekan. Hasil itu memangkas jarak dengan Jorge Martin yang masih memimpin klasemen MotoGP 2026 dengan 333 poin, sementara Marc membuntuti dengan 331 poin.
Persaingan gelar kini bergeser ke Sirkuit Mandalika, seri berikutnya dalam kalender 2026. Marc sadar perebutan titel tidak hanya miliknya dan Martin.
"Tidak, sama sekali tidak. Masih ada enam balapan, jadi belum. Maksud saya, masih banyak waktu. Masih banyak balapan, banyak situasi dan sirkuit yang berbeda, dengan kondisi yang berbeda," kata Marc kepada DAZN.
Pendekatan yang dipilih Marc adalah konsistensi. Ia menilai modal itu sudah terbangun sejak seri Aragon dan terus dijaga hingga Motegi.
"Kami akan selalu berusaha konsisten; kami sudah melakukannya sejak Aragon. Untuk saat ini, kami akan menikmati pekan ini dan pekan depan sedikit lebih lama," ujarnya.
Mandalika menyimpan catatan pahit bagi Marc. Ia belum pernah menyelesaikan balapan di sirkuit tersebut, sebuah fakta yang ia akui sendiri.
"Saya belum pernah finis di sana, kan? Nah, tahun ini akan berbeda," kata Marc.
Kepercayaan diri Marc memang sedang tinggi. Namun ia juga menyadari karakter sirkuit dan kondisi balapan bisa berubah dari satu seri ke seri lain, sehingga hasil di Jepang tidak otomatis terulang di Indonesia.
Selisih dua poin membuat setiap hasil di Mandalika berpotensi mengubah puncak klasemen. Marc berpeluang mengambil alih posisi Martin jika tampil lebih baik sepanjang akhir pekan.
Bagi Marc, Mandalika bukan hanya soal poin. Balapan di Indonesia menjadi kesempatan menghapus catatan belum pernah finis sekaligus melanjutkan pengejaran gelar yang belum lama ini sempat terlihat jauh.
Enam balapan tersisa memberi ruang bagi pebalap lain untuk masuk ke persaingan. Marc sendiri menolak menutup peluang rival di luar Martin, terutama dengan kondisi sirkuit yang berbeda di setiap seri.