Pemkab PPU Perpanjang Jembatan Mangrove Kampung Baru 200 Meter ke Pulau Gusung, Ajukan Pembebasan Lahan 2027

Penulis: Bramantyo Wicaksono  •  Minggu, 27 September 2026 | 11:46:31 WIB
Jembatan wisata Mangrove Kampung Baru akan diperpanjang 100–200 meter menuju bibir pantai.

PENAJAM — Kepala Disbudpar PPU Safwana menyatakan jembatan wisata yang sudah tersedia akan dilanjutkan sekitar 100 sampai 200 meter menuju bibir pantai. Perpanjangan itu diharapkan memperluas ruang jelajah wisatawan sekaligus membuka konektivitas dari kawasan mangrove menuju Pulau Gusung.

Selama ini wisatawan lebih banyak mengakses Pulau Gusung melalui Balikpapan. Pemkab PPU melihat konektivitas langsung dari sisi Penajam sebagai bagian dari pengembangan kawasan.

Lahan Parkir Jadi Kendala Utama Pengembangan

Safwana menyebut keterbatasan lahan parkir masih menjadi salah satu hambatan dalam pengembangan kawasan mangrove. Pembebasan lahan milik warga pun masuk dalam usulan anggaran 2027.

"Kita ingin terus mengembangkan dan mempromosikan wisata mangrove, tetapi salah satu kendalanya masih lahan parkir. Ada lahan masyarakat yang perlu dibebaskan dan rencananya kami usulkan pada 2027," ujar Safwana, Minggu (27/9/2026).

Penyediaan parkir dinilai penting jika promosi kawasan mulai diperluas. Fasilitas memadai diperlukan untuk mengantisipasi peningkatan kunjungan wisatawan, termasuk dari luar daerah.

Jembatan 100-200 Meter Buka Akses ke Gusung

Perpanjangan jembatan menjadi bagian dari pengembangan akses di dalam kawasan mangrove. Safwana menyatakan jembatan itu nantinya tersambung hingga bibir pantai.

"Jembatan wisata nantinya akan kami lanjutkan sekitar 100 sampai 200 meter menuju bibir pantai. Dengan begitu, akses dari kawasan mangrove menuju Gusung dapat lebih terbuka," katanya.

Pengembangan fasilitas itu disebut sebagai upaya memperkuat potensi Mangrove Kampung Baru sebagai destinasi wisata berbasis alam.

Promosi Belum Maksimal, Wisatawan Diandalkan

Safwana mengakui promosi kawasan belum maksimal. Meski begitu, wisatawan yang datang dan melihat langsung kawasan mangrove diharapkan menjadi bagian dari pengembangan kunjungan.

"Promosinya memang belum maksimal. Tetapi kalau wisatawan dari luar datang dan melihat langsung kawasan mangrove, saya kira mereka akan tertarik. Setelah lahannya tersedia, berbagai kegiatan wisata juga bisa dikembangkan di sana," ujarnya.

Penataan kawasan dilakukan secara bertahap dengan tetap mempertahankan fungsi konservasi. Kawasan yang sama juga dikembangkan untuk mendukung kegiatan edukasi dan pariwisata.

Dukungan M4CR dan Fasilitas Pendukung

Pengembangan Mangrove Kampung Baru mendapat dukungan melalui program Mangrove for Coastal Resilience (M4CR) Kementerian Kehutanan bersama Bank Dunia. Sejumlah fasilitas pendukung telah disiapkan, di antaranya gazebo, toilet, dan titik swafoto.

Pembebasan lahan dan perluasan parkir masih berupa usulan yang akan diajukan dalam rencana anggaran 2027. Perpanjangan jembatan menuju Pulau Gusung menjadi bagian dari pembenahan bertahap kawasan tersebut.

Reporter: Bramantyo Wicaksono
Sumber: expresi.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top