KALIMANTAN TIMUR — General Motors memutuskan V8 generasi keenam untuk jajaran truk ringan mereka, yakni 5.7 liter L76 dan 6.6 liter L78, tidak lagi dilengkapi dipstick oli. Keputusan ini menuai reaksi dari kalangan penggemar, meski GM beralasan sistem sensor sudah cukup menggantikan fungsi pengecekan manual. Mesin ini tetap menawarkan lonjakan tenaga signifikan dibanding generasi sebelumnya.
Kepala Insinyur Asisten Small Block Engines GM, Ian Stahl, mengungkapkan alasan di balik penghapusan dipstick oli dalam wawancara dengan kanal YouTube The Fast Lane Truck. Ia menyebut dirinya tidak pernah menjadi penggemar perangkat tersebut. Stahl menganalogikannya dengan sikap orang-orang pada masa lalu yang menolak penggunaan sabuk keselamatan.
"Saya tidak pernah menyukainya," ujar Stahl. Ia menambahkan bahwa kebiasaan baru selalu butuh waktu untuk diterima. "Sekarang, tidak ada yang berpikir dua kali soal sabuk keselamatan... jadi semuanya butuh waktu untuk terbiasa," katanya.
Selain faktor kebiasaan pengguna, keputusan ini juga didorong oleh pertimbangan kemasan mesin dan desain. GM menggantinya dengan serangkaian sensor yang bekerja berdasarkan berbagai parameter, termasuk durasi berkendara, suhu, dan jarak tempuh. Sensor-sensor ini bertugas memantau tekanan oli, level oli, dan usia pakai oli.
Namun, langkah ini bukan tanpa kritik. Kolom komentar video tersebut ramai menolak pernyataan Stahl. Banyak yang menilai pengecekan oli secara manual masih dianggap lebih praktis dan tidak merepotkan.
Meski menuai kontroversi, mesin 5.7 liter L76 dan 6.6 liter L78 membawa peningkatan performa yang signifikan. Mesin L76 menghasilkan tenaga 402 horsepower dan torsi 428 pound-feet. Angka ini jauh melampaui mesin 5.3 liter sebelumnya yang hanya menghasilkan 355 hp dan torsi 383 lb-ft.
Sementara itu, mesin 6.6 liter L78 mengeluarkan tenaga 481 hp dan torsi 501 lb-ft. Perbandingannya jauh lebih mencolok dengan mesin 6.2 liter lama yang hanya memiliki 420 hp dan torsi 460 lb-ft. Peningkatan ini dicapai melalui beberapa perubahan teknis pada mesin.
Untuk menghasilkan tenaga dan torsi yang lebih besar, GM memperpanjang langkah piston (stroke) sebesar 6 mm. Selain itu, mereka menggunakan throttle body yang lebih besar dan intake manifold baru. Rasio kompresi juga dinaikkan untuk mendukung pembakaran yang lebih efisien.
Poin penting lainnya adalah kombinasi sistem injeksi bahan bakar port dan direct injection. Mesin ini juga memperkenalkan sistem pelumasan baru yang berbeda dari generasi sebelumnya. Semua perubahan ini bertujuan untuk memaksimalkan performa mesin.
Keputusan untuk menghapus dipstick oli ternyata tidak diterapkan pada semua lini mesin GM. Mesin diesel Duramax 3.0 liter inline-6 dan mesin bensin TurboMax 2.7 liter inline-four tetap mempertahankan dipstick oli tradisional. Kedua mesin ini masih mengandalkan cara manual untuk pengecekan oli.
Sebagai catatan, mesin V8 5.7 liter L76 dan 6.6 liter L78 bukanlah mesin generasi keenam pertama yang hadir. Mesin 6.7 liter LS6 untuk Corvette 2027 lebih dulu meluncur. Menariknya, mesin LS6 justru masih dilengkapi dipstick oli. Perbedaan ini muncul karena LS6 menggunakan sistem pelumasan dry-sump yang berbeda dari truk.
Pesaing di segmen truk, Ram 1500 dengan mesin twin-turbo 3.0 liter inline-6, juga sudah lebih dulu meninggalkan dipstick oli. Artinya, tren penghapusan komponen manual ini mulai diikuti oleh beberapa pabrikan, meski belum sepenuhnya diterapkan pada semua model.