KALIMANTAN TIMUR — Rahmat Erwin Abdullah menyumbang medali emas kedua Indonesia di Asian Games 2026 setelah menuntaskan total angkatan 206kg di kelas 74kg putra. Lifter peraih perak Olimpiade 2020 itu sekaligus memecahkan rekor dunia yang sebelumnya dipegang atlet Korea Utara, Chong Song Ri.
Kompetisi angkat besi nomor 74kg putra Asian Games 2026 berlangsung ketat sejak sesi snatch. Rahmat membuka dengan beban 155kg, lalu menuntaskan 158kg pada percobaan kedua. Percobaan ketiganya di angka 160kg juga mulus.
Angka 160kg menempatkan Rahmat setara dengan Weeraphon Wichuma dari Thailand. Chong Song Ri dari Korea Utara memimpin tipis dengan 162kg. Selisih dua kilo itu membuat perebutan medali emas harus diputuskan lewat angkatan clean and jerk.
Ri membuka CnJ dengan 195kg dan sukses. Namun dua percobaan berikutnya, di angka 202kg, berakhir gagal. Total angkatannya berhenti di 357kg.
Weeraphon sempat gagal di percobaan pertama 200kg. Percobaan kedua tuntas, lalu ia menutup dengan 205kg. Total 365kg memastikan posisinya sebagai peraih terbaik kedua.
Rahmat melakukan percobaan pertama CnJ di angka 201kg dan berhasil. Pada percobaan kedua, beban 206kg ia tuntaskan dengan lancar. Angkatan itu sudah cukup mengunci medali emas, bahkan sebelum percobaan ketiga dijalani.
Selain emas, Rahmat memecahkan rekor dunia kelas 75kg putra. Rekor sebelumnya dipegang Ri, yang kini tergeser oleh lifter Indonesia tersebut.
Hasil ini menambah koleksi emas kontingen Indonesia di Asian Games 2026. Cabang angkat besi kembali menjadi penyumbang utama, dengan Rahmat menyusul pencapaian lifter lain yang lebih dulu naik podium tertinggi.
Rekor dunia yang dipecahkan Rahmat menegaskan posisinya sebagai salah satu lifter terbaik dunia di kelas 74kg. Prestasi ini juga menjadi modal berharga menuju kompetisi internasional berikutnya.