Pemkab Berau Dorong Kuliner Tradisional Jadi Produk Usaha, Libatkan Hotel hingga Wisatawan

Penulis: Chandra Kusuma  •  Kamis, 24 September 2026 | 13:06:32 WIB
Wakil Bupati Berau Gamalis menyaksikan sajian kuliner tradisional pada Festival Jajanan Tradisional Nusantara di Tanjung Redeb, Rabu.

Pemerintah Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, mengarahkan kuliner tradisional agar tidak berhenti sebagai warisan budaya, tetapi berkembang menjadi produk usaha yang memperkuat ekonomi warga dan sektor pariwisata. Lomba Ancur Paddas dan Puncak Rasul dirangkai dengan Festival Jajanan Tradisional Nusantara di Tanjung Redeb sebagai momentum pengenalan kembali sajian khas Berau. Wakil Bupati Berau Gamalis menekankan kuliner daerah perlu hadir rutin, bukan hanya saat festival digelar.

TANJUNG REDEB — Pemkab Berau menilai kuliner khas daerah punya nilai ekonomi yang belum sepenuhnya digarap. Karena itu, lomba Ancur Paddas dan Puncak Rasul digelar bersamaan dengan Festival Jajanan Tradisional Nusantara di Tanjung Redeb, Rabu.

Wakil Bupati Berau Gamalis menyebut kegiatan itu sebagai cara memperkenalkan kembali beragam kuliner khas Berau kepada masyarakat. Ia juga ingin memastikan sajian tradisional tidak hanya muncul saat ada festival.

Kuliner Khas Berau Diarahkan Jadi Usaha, Bukan Sekadar Festival

Menurut Gamalis, pemda mendorong kuliner khas Berau dikembangkan menjadi usaha yang berkelanjutan. "Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkenalkan kembali beragam kuliner khas Berau kepada masyarakat, sekaligus mendorong pengembangan kuliner tradisional memiliki nilai ekonomi," ujarnya saat hadir dalam acara itu.

Ia menambahkan pengembangan kuliner tradisional bisa melibatkan banyak sektor. Perhotelan dinilai punya ruang strategis untuk memperkenalkan makanan khas daerah kepada wisatawan.

"Pengembangan kuliner tradisional dapat melibatkan berbagai sektor, termasuk perhotelan yang dinilai memiliki ruang strategis untuk memperkenalkan makanan khas daerah kepada wisatawan," ujarnya.

Hotel di Berau Diminta Sediakan Menu Tradisional untuk Sarapan Tamu

Gamalis secara khusus mendorong hotel-hotel di Berau menyediakan makanan tradisional sebagai pilihan menu sarapan. Cara itu dinilai membuat tamu yang datang ke Berau bisa langsung mengenal makanan khas setempat.

Festival tersebut tidak hanya menyajikan jajanan tradisional. Minuman khas Batiwakkal Punch juga diperkenalkan melalui sesi tester kepada pengunjung.

Beragam sajian itu menjadi bagian dari upaya memperluas pengenalan kuliner lokal. Sekaligus membuka peluang pengembangannya menjadi produk usaha.

Daftar Juara Lomba Ancur Paddas dan Puncak Rasul

Rangkaian kegiatan itu juga menggelar lomba Ancur Paddas dan Puncak Rasul dengan kategori organisasi perangkat daerah (OPD) dan umum.

  • Ancur Paddas kategori OPD: Dharma Wanita Persatuan Dinas Perhubungan juara pertama dengan nilai 325, disusul Dinas Pendidikan 323, serta Dinas Pemuda dan Olahraga dengan nilai 320.
  • Ancur Paddas kategori umum: PKK Kabupaten Berau menang dengan nilai 345, kemudian Bankaltimtara 327 dan UPPKA Bunga Matahari 320.
  • Puncak Rasul kategori OPD: Kesbangpol juara pertama dengan nilai 365, Sekretariat Daerah 355 dan Dinas Kepemudaan dan Olahraga 348.
  • Puncak Rasul kategori umum: SMAN 12 Berau meraih juara pertama dengan nilai 346, Persatuan Wredatama RI Berau 341 dan PKK Kecamatan Biduk-Biduk 330.

Harapan agar Kuliner Tradisional Berau Terus Dijaga

Gamalis berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai perlombaan. Ia ingin ajang itu menjadi bagian dari upaya menjaga keberadaan kuliner tradisional sekaligus mengembangkan potensi ekonomi dan pariwisata daerah.

Reporter: Chandra Kusuma
Sumber: kaltim.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top