Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur menggelar Bimbingan Teknis Face Painting subsektor seni rupa di Temindung Creative Hub, Samarinda, dengan 30 peserta dari tiga daerah. Pelatihan dua hari pada 22–23 September 2026 itu menyasar pelaku seni lukis wajah agar mampu mengisi festival budaya, pawai topeng, hingga kolaborasi dengan event organizer dan hotel.
SAMARINDA — Kepala Dispar Kaltim Muhammad Faisal menyatakan seni lukis wajah dan rias karakter punya prospek besar untuk berkolaborasi dengan berbagai lini industri hiburan dan pariwisata daerah. Peserta Bimtek berasal dari Kota Samarinda, Kabupaten Penajam Paser Utara, dan Kabupaten Kutai Kartanegara.
Kegiatan berlangsung selama dua hari di Temindung Creative Hub. Materi mencakup teori dan praktik langsung dari dua narasumber profesional, Nadia Pradita Hosensyah dan Primayudha Amrullah.
Faisal menilai seni lukis wajah bisa menjadi daya tarik baru di sektor pariwisata Kaltim. Menurutnya, peluangnya terbuka lebar mulai dari mengisi festival budaya hingga bekerja sama dengan hotel dan penyelenggara acara.
"Seni face painting dan make-up karakter ini punya potensi besar jadi daya tarik atau atraksi baru di sektor pariwisata. Potensinya sangat terbuka, mulai dari mengisi festival budaya, acara pawai topeng, sampai kolaborasi dengan event organizer dan hotel," ujar Faisal di Samarinda, Selasa.
Ia menegaskan sektor ekonomi kreatif dan pariwisata akan terus tumbuh jika pelakunya jeli membaca pasar dan berinovasi menghadirkan keunikan pada produknya. Dispar Kaltim berkomitmen memfasilitasi peningkatan kapasitas SDM lokal.
Kepala Bidang Pengembangan SDM Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dispar Kaltim Dahlia menjelaskan agenda ini dirancang membekali pelaku seni dengan keahlian praktis bernilai komersial tinggi. Peserta tidak hanya diajarkan teknik melukis, tetapi juga standar penggunaan bahan kosmetik yang higienis dan aman.
"Melalui Bimtek ini, kami ingin meningkatkan keterampilan SDM ekonomi kreatif dalam menciptakan desain face painting yang menarik, kreatif, dan sesuai kebutuhan pasar," tutur Dahlia.
Seluruh peserta yang menyelesaikan pelatihan akan menerima e-sertifikat. Dokumen itu dapat menjadi salah satu dasar untuk mengikuti uji kompetensi sertifikasi profesi di kemudian hari.
Faisal berharap peserta tidak sekadar menyerap ilmu untuk diri sendiri, melainkan menyebarluaskannya kepada komunitas kreatif lain agar dampaknya lebih luas bagi Benua Etam. Dispar Kaltim menargetkan face painting tumbuh menjadi layanan jasa kreatif yang diandalkan dalam mendukung kalender ajang pariwisata daerah.
Melalui kegiatan ini, Dispar Kaltim ingin memperkuat jejaring antar-pelaku seni di Kaltim. Jejaring itu dinilai penting agar layanan face painting punya basis komunitas yang solid saat dibutuhkan berbagai event pariwisata.