BALIKPAPAN — Posisi Balikpapan sebagai pintu gerbang Ibu Kota Nusantara membuat interaksi warga dari berbagai latar belakang semakin intensif. Bagus Susetyo menilai kondisi itu butuh diimbangi komunikasi dan hubungan sosial yang baik agar keberagaman tidak berubah menjadi sumber gesekan. Menurut dia, keberagaman adalah bagian dari identitas kota yang sejak lama dihuni masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia.
Pernyataan itu disampaikan Bagus saat menghadiri Silaturahmi Kebangsaan yang dirangkai dengan Bimbingan Teknis Penguatan Kapasitas Pembauran Kebangsaan Kota Balikpapan 2026 di Hotel Gran Senyiur Balikpapan. Kegiatan tersebut diikuti pengurus Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) setempat.
Menurut Bagus, keberagaman yang ditampilkan melalui pakaian adat dalam kegiatan tersebut bukan sekadar simbol budaya. Ia menilai hal itu menggambarkan kehidupan masyarakat Balikpapan yang hidup berdampingan dalam perbedaan.
"Pertemuan hari ini memiliki makna yang sangat mendalam dan strategis. Kehadiran kita dengan beragam pakaian adat daerah tidak hanya menjadi simbol keindahan visual, tetapi mencerminkan jati diri Kota Balikpapan yang sesungguhnya," kata Bagus.
Dalam konteks itu, Bagus menilai Forum Pembauran Kebangsaan memiliki peran penting. FPK diharapkan dapat menjadi ruang perjumpaan berbagai kelompok masyarakat sekaligus memperkuat komunikasi lintas suku, ras, dan etnis.
"FPK harus mampu menjadi jembatan yang merekatkan hubungan antarsuku, ras, dan etnis, guna meminimalkan potensi gesekan serta menjaga kondusivitas kota yang selama ini telah terjaga dengan sangat baik," ujarnya.
Bagus berharap bimbingan teknis tersebut tidak berhenti pada peningkatan wawasan pengurus FPK. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diterjemahkan menjadi program yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Menurut dia, pembauran kebangsaan dapat diwujudkan melalui ruang-ruang perjumpaan, komunikasi yang terbuka, serta sikap saling menghormati.
"Semangat pembauran kebangsaan tidak hanya berhenti sebagai slogan, tetapi benar-benar hidup dalam keseharian masyarakat Balikpapan," katanya.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan perbedaan sebagai kekuatan bersama.
"Keberagaman di Balikpapan bukanlah sumber perpecahan, melainkan kekayaan dan kekuatan utama untuk mendukung pembangunan daerah dan nasional," ucapnya.
Bagus kemudian membuka secara resmi kegiatan Silaturahmi Kebangsaan dan Bimbingan Teknis Penguatan Kapasitas Pembauran Kebangsaan Kota Balikpapan Tahun 2026.