KALIMANTAN TIMUR — BMKG memprediksi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi mengguyur 12 daerah di Indonesia pada Sabtu (19/9), meski kondisi kering masih mendominasi sebagian besar wilayah. Aceh mencatat curah hujan tertinggi periode 14-16 September 2026 dengan intensitas 138,0 mm per hari, dan potensi serupa diprakirakan berlanjut sepekan ke depan. Peringatan ini penting bagi pelaku usaha logistik, pertanian, dan masyarakat pesisir barat Sumatra yang bakal terdampak paling signifikan.
Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diprediksi terjadi secara lokal. Periode 14-16 September 2026 mencatat hujan lebat di sejumlah wilayah, dengan Aceh mencapai intensitas 138,0 mm per hari.
BMKG menyebut sejumlah provinsi masuk kategori waspada hujan pada periode ini. Wilayah tersebut tersebar dari Sumatra hingga Papua.
Selain hujan, BMKG juga mengidentifikasi lima provinsi yang berpotensi mengalami angin kencang. Wilayah-wilayah ini perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko pohon tumbang dan gangguan transportasi laut.
BMKG menjelaskan sejumlah dinamika atmosfer memengaruhi potensi hujan ini. Gelombang Rossby Ekuatorial diprediksi aktif di Kalimantan Utara dan Kalimantan Barat.
Gelombang Kelvin juga diprediksi aktif di Kalimantan bagian timur, pesisir utara Jawa Timur hingga NTT, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, serta Papua bagian barat dan utara. Kedua gelombang ini mendukung pembentukan awan hujan.
Sirkulasi siklonik diprediksi terbentuk di Laut Cina Selatan. Fenomena ini menyebabkan daerah perlambatan dan pertemuan angin memanjang di sejumlah wilayah.
"Didukung dengan labilitas lokal yang kuat, proses pengangkatan massa udara menjadi cukup optimal, sehingga berpotensi meningkatkan potensi hujan di wilayah yang terdampak," jelas BMKG.
BMKG memprakirakan hujan dengan intensitas lebih dari 150 mm per dasarian terjadi di pesisir barat Aceh dan pesisir barat Sumatra Utara. Potensi ini berlaku pada Dasarian I dan II Oktober 2026.
Untuk periode 18-24 September 2026, hujan diprakirakan masih berpotensi terjadi di Sumatra bagian utara hingga tengah, Kalimantan bagian utara hingga tengah, Sulawesi bagian tengah hingga selatan, Papua Pegunungan, dan Papua.
Peringatan cuaca ini relevan bagi pelaku usaha logistik, penerbangan, dan pertanian di wilayah terdampak. Rute pengiriman darat di Sumatra dan Kalimantan berpotensi mengalami keterlambatan akibat genangan.
Masyarakat pesisir barat Sumatra disarankan memantau perkembangan cuaca mengingat proyeksi curah hujan tinggi pada Oktober. Nelayan dan operator kapal penyeberangan perlu mewaspadai angin kencang di perairan Nusa Tenggara Timur dan Sulawesi.
BMKG akan memperbarui prakiraan cuaca secara berkala seiring perkembangan dinamika atmosfer di wilayah Indonesia.