BMKG Prediksi Hujan Lebat di 12 Daerah Indonesia Akhir Pekan Ini

Penulis: Dimas Prasetyo  •  Minggu, 20 September 2026 | 14:19:01 WIB

KALIMANTAN TIMUR — BMKG memprediksi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi mengguyur 12 daerah di Indonesia pada Sabtu (19/9), meski kondisi kering masih mendominasi sebagian besar wilayah. Aceh mencatat curah hujan tertinggi periode 14-16 September 2026 dengan intensitas 138,0 mm per hari, dan potensi serupa diprakirakan berlanjut sepekan ke depan. Peringatan ini penting bagi pelaku usaha logistik, pertanian, dan masyarakat pesisir barat Sumatra yang bakal terdampak paling signifikan.

Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diprediksi terjadi secara lokal. Periode 14-16 September 2026 mencatat hujan lebat di sejumlah wilayah, dengan Aceh mencapai intensitas 138,0 mm per hari.

Daftar 12 Daerah Berpotensi Hujan

BMKG menyebut sejumlah provinsi masuk kategori waspada hujan pada periode ini. Wilayah tersebut tersebar dari Sumatra hingga Papua.

  1. Aceh
  2. Sumatra Barat
  3. Riau
  4. Kepulauan Riau
  5. Jambi
  6. Sumatra Selatan
  7. Kepulauan Bangka Belitung
  8. Bengkulu
  9. Jawa Barat
  10. Kalimantan Barat
  11. Sulawesi Tengah
  12. Papua Pegunungan

Wilayah Berpotensi Angin Kencang

Selain hujan, BMKG juga mengidentifikasi lima provinsi yang berpotensi mengalami angin kencang. Wilayah-wilayah ini perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko pohon tumbang dan gangguan transportasi laut.

  1. Jawa Barat
  2. Nusa Tenggara Timur
  3. Sulawesi Selatan
  4. Sulawesi Utara
  5. Papua Selatan

Faktor Pemicu Cuaca Ekstrem

BMKG menjelaskan sejumlah dinamika atmosfer memengaruhi potensi hujan ini. Gelombang Rossby Ekuatorial diprediksi aktif di Kalimantan Utara dan Kalimantan Barat.

Gelombang Kelvin juga diprediksi aktif di Kalimantan bagian timur, pesisir utara Jawa Timur hingga NTT, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, serta Papua bagian barat dan utara. Kedua gelombang ini mendukung pembentukan awan hujan.

Sirkulasi siklonik diprediksi terbentuk di Laut Cina Selatan. Fenomena ini menyebabkan daerah perlambatan dan pertemuan angin memanjang di sejumlah wilayah.

"Didukung dengan labilitas lokal yang kuat, proses pengangkatan massa udara menjadi cukup optimal, sehingga berpotensi meningkatkan potensi hujan di wilayah yang terdampak," jelas BMKG.

Proyeksi Awal Oktober 2026

BMKG memprakirakan hujan dengan intensitas lebih dari 150 mm per dasarian terjadi di pesisir barat Aceh dan pesisir barat Sumatra Utara. Potensi ini berlaku pada Dasarian I dan II Oktober 2026.

Untuk periode 18-24 September 2026, hujan diprakirakan masih berpotensi terjadi di Sumatra bagian utara hingga tengah, Kalimantan bagian utara hingga tengah, Sulawesi bagian tengah hingga selatan, Papua Pegunungan, dan Papua.

Dampak bagi Sektor Bisnis dan Masyarakat

Peringatan cuaca ini relevan bagi pelaku usaha logistik, penerbangan, dan pertanian di wilayah terdampak. Rute pengiriman darat di Sumatra dan Kalimantan berpotensi mengalami keterlambatan akibat genangan.

Masyarakat pesisir barat Sumatra disarankan memantau perkembangan cuaca mengingat proyeksi curah hujan tinggi pada Oktober. Nelayan dan operator kapal penyeberangan perlu mewaspadai angin kencang di perairan Nusa Tenggara Timur dan Sulawesi.

BMKG akan memperbarui prakiraan cuaca secara berkala seiring perkembangan dinamika atmosfer di wilayah Indonesia.

Reporter: Dimas Prasetyo
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top