SAMARINDA — Kafilah Kalimantan Timur mempertahankan gelar juara umum MTQN XXXI 2026 dengan total 281 poin. Tuan rumah Jawa Tengah harus puas di posisi kedua dengan 208 poin, disusul DKI Jakarta 129 poin.
Aceh dan Jawa Timur sama-sama mengoleksi 99 poin di bawah tiga besar. Selisih 73 poin atas Jawa Tengah menegaskan dominasi Kaltim pada ajang yang berlangsung di Semarang itu.
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar menyerahkan Piala Bergilir Presiden RI kepada Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud sebagai simbol mempertahankan gelar juara umum. Bendera pataka MTQ diserahkan kepada Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno sebagai tanda Jakarta menjadi tuan rumah MTQN XXXII.
Rudy Mas'ud hadir dalam penutupan bersama istrinya, Sarifah Suraidah. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh kafilah yang kembali membawa Kaltim menjadi juara umum.
"Luar biasa. Selamat kepada seluruh kafilah Kaltim yang kembali mempertahankan juara umum," tuturnya.
Nasaruddin Umar menyebut keberhasilan Kaltim mempertahankan gelar juara umum menjadi capaian yang patut diperhatikan provinsi lain. Sebab, apabila Kaltim kembali mempertahankan gelar pada MTQN berikutnya, Piala Bergilir Presiden RI akan menjadi milik permanen Kaltim.
"Provinsi Kaltim harus menjadi perhatian bagi provinsi lain. Apabila Kaltim mampu mempertahankan juara umum MTQ Nasional, maka Piala Presiden akan berada permanen di Kalimantan Timur dan akan diganti dengan piala baru lagi untuk diperebutkan kembali," ujarnya.
Artinya, MTQN XXXII di DKI Jakarta menjadi penentu apakah piala bergilir itu berpindah status menjadi koleksi permanen Kaltim.
Harum, sapaan akrab Rudy Mas'ud, menilai keberhasilan di MTQ tidak hanya diukur dari perolehan poin maupun piala. Nilai utama penyelenggaraan MTQ menurutnya adalah bagaimana Al-Qur'an semakin membumi di tengah masyarakat.
"Esensi penyelenggaraan MTQ bukan hanya meraih juara, tetapi lebih dari itu, bagaimana kita bisa membumikan syiar Islam dan Al-Qur'an di Bumi Kalimantan Timur serta melanjutkan prestasi untuk Kaltim," tegasnya.
Ia juga mengapresiasi kerja Ketua LPTQ Kaltim beserta jajaran, pembimbing, pelatih, dan seluruh peserta selama persiapan hingga pelaksanaan MTQN XXXI. Dukungan masyarakat Kaltim disebut menjadi bagian dari capaian tersebut.
"Keberhasilan yang diraih tentu berkat kerja keras Ketua LPTQ Kaltim beserta jajarannya, termasuk para pembimbing, pelatih serta doa dan dukungan masyarakat Kaltim," ucapnya.
Setelah mempertahankan gelar di Semarang, Kaltim akan menghadapi MTQN XXXII yang dijadwalkan berlangsung di DKI Jakarta. Gubernur menyatakan Kaltim menargetkan kembali mempertahankan gelar juara umum.
"Kita siap mempertahankan juara umum pada MTQ Nasional XXXII di DKI Jakarta," katanya.
Persiapan kafilah, pembinaan peserta, dan penguatan LPTQ Kaltim akan menjadi pekerjaan rumah berikutnya jika target juara umum ketiga beruntun ingin direalisasikan.