Posyandu Keluarga di Desa Tubo Tengah Layani Semua Kelompok Usia

Penulis: Bramantyo Wicaksono  •  Minggu, 20 September 2026 | 09:23:31 WIB

KALIMANTAN TIMUR — Posyandu di Desa Tubo Tengah, Majene, kini tak hanya melayani bayi dan balita. Konsep Posyandu Keluarga membuat warga dari anak-anak hingga lansia bisa memeriksakan kesehatan setiap awal bulan, dibantu mahasiswa KKN UINSA dan STAIN Majene.

Posyandu di Desa Tubo Tengah, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, menerapkan konsep Posyandu Keluarga. Pelayanan kesehatan di dua titik dusun itu menyasar semua kelompok usia, bukan hanya bayi dan balita.

Kegiatan berlangsung di Dusun Lombo'na pada Sabtu (8/8/2026) dan Dusun Tatakko pada Senin (10/8/2026). Mahasiswa KKN Kolaboratif UIN Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan STAIN Majene turut membantu jalannya pelayanan.

Apa Itu Posyandu Keluarga dan Siapa Saja yang Dilayani?

Posyandu Keluarga memperluas cakupan layanan kesehatan di tingkat desa. Jika posyandu biasa identik dengan penimbangan bayi, konsep ini merangkul anak-anak, dewasa, hingga lanjut usia.

Posyandu di Dusun Lombo'na melayani warga dari empat dusun: Lombo'na, Lombo'na Selatan, Bonde, dan Udzung. Sementara Posyandu di Dusun Tatakko melayani warga dari Dusun Tatakko dan Lawarang.

Warga dari berbagai usia bisa memanfaatkan kegiatan rutin setiap awal bulan ini untuk memantau kondisi kesehatan mereka.

Layanan Apa Saja yang Tersedia di Posyandu Ini?

Mahasiswa KKN membantu sejumlah layanan, mulai dari penimbangan, pengukuran antropometri, pencatatan hasil pemeriksaan, hingga pencatatan tekanan darah warga.

Syafira Rachmah Agustin, mahasiswa KKN UINSA berlatar keilmuan gizi, ikut membantu pemeriksaan tekanan darah bagi warga dewasa dan lansia. Pemeriksaan tetap dilakukan dengan pendampingan bidan desa.

Warga yang diketahui memiliki tekanan darah tinggi mendapat konsultasi singkat soal pola makan dan asupan gizi. Konsultasi ini membantu masyarakat memahami pentingnya menjaga pola makan untuk kesehatan jangka panjang.

Bayi dan Balita Tetap Jadi Prioritas

Pelayanan bagi bayi dan balita berjalan seperti biasa. Bidan dari puskesmas memberikan imunisasi sesuai kebutuhan serta vitamin A kepada balita.

Pengukuran antropometri juga dilakukan untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan anak. Ibu muda yang rutin datang ke posyandu bisa langsung berkonsultasi dengan bidan jika ada kekhawatiran soal tumbuh kembang si kecil.

Mengapa Posyandu Keluarga Penting bagi Warga Desa?

Penerapan Posyandu Keluarga membuat pelayanan kesehatan di Desa Tubo Tengah menjangkau lebih banyak kelompok masyarakat. Warga tak perlu jauh-jauh ke puskesmas untuk cek tekanan darah atau konsultasi gizi dasar.

Keterlibatan mahasiswa KKN Kolaboratif UINSA dan STAIN Majene menjadi bagian dari dukungan terhadap pelayanan kesehatan tingkat desa. Kolaborasi ini membantu memperlancar jalannya pelayanan sekaligus mendekatkan edukasi gizi ke masyarakat.

Kapan Harus ke Dokter atau Puskesmas?

Posyandu cocok untuk pemantauan rutin, tapi ada kondisi yang butuh penanganan lebih lanjut. Segera ke puskesmas atau dokter jika tekanan darah sangat tinggi, anak mengalami demam berkepanjangan, atau berat badan balita tidak naik selama dua bulan berturut-turut.

Bidan desa dan petugas puskesmas akan merujuk warga ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap jika ditemukan kondisi yang perlu penanganan khusus.

Posyandu Keluarga di Desa Tubo Tengah menunjukkan bahwa layanan kesehatan desa bisa menyentuh semua generasi. Ibu muda yang rutin datang tak hanya memantau tumbuh kembang anak, tapi juga bisa cek kesehatan diri sendiri dan orang tua di satu tempat.

Reporter: Bramantyo Wicaksono
Sumber: kompasiana.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top