Kabut Asap Bontang Paksa Belajar Daring, Program MBG Dihentikan Sementara 18-19 September

Penulis: Aditya Nugraha  •  Jumat, 18 September 2026 | 13:13:31 WIB

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Bontang, Kalimantan Timur, dihentikan sementara selama dua hari, Jumat (18/9/2026) hingga Sabtu (19/9/2026), menyusul penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) akibat kabut asap. Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Wilayah Bontang Surya Dwi Saputra menyatakan penghentian ini murni menyesuaikan kebijakan pembelajaran Pemkot Bontang, bukan karena persoalan anggaran maupun logistik. Penyaluran MBG akan kembali normal setelah kualitas udara dinyatakan aman berdasarkan hasil pengukuran Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU).

BONTANG — Badan Gizi Nasional (BGN) Wilayah Bontang memastikan penyaluran MBG di sekolah-sekolah terdampak dihentikan sementara selama masa PJJ berlangsung. Kebijakan mengikuti draf surat edaran Pemkot Bontang yang diterima BGN, dengan jadwal PJJ dua hari, Jumat (18/9/2026) hingga Sabtu (19/9/2026).

Pada hari pengumuman, Kamis (17/9), penyaluran MBG masih berjalan di sejumlah sekolah karena sebagian siswa masih mengikuti pembelajaran tatap muka dan makanan telah dipersiapkan sebelumnya.

Kabut Asap Jadi Pemicu Kebijakan PJJ

Kualitas udara Bontang yang terdampak kabut asap menjadi alasan utama Pemkot Bontang memberlakukan PJJ. Langkah itu diambil untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan siswa akibat paparan udara buruk.

Setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Bontang terus berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk menyesuaikan distribusi berdasarkan kondisi lapangan. Penyesuaian dilakukan mengikuti kebijakan pembelajaran yang berlaku di masing-masing sekolah.

"Pada dasarnya penyaluran Program MBG mengikuti edaran dari pemkot setempat," kata Surya Dwi Saputra di Bontang, Kamis (17/9).

Bukan Soal Anggaran atau Logistik

Surya menegaskan penghentian penyaluran MBG tidak berkaitan dengan persoalan anggaran maupun logistik. Kebijakan diambil semata untuk menyesuaikan diri dengan PJJ yang diberlakukan Pemkot Bontang.

Ketika siswa tidak lagi mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah, penyaluran MBG juga disesuaikan. BGN telah menerima draf surat edaran terkait penerapan PJJ di Bontang sebagai dasar penyesuaian distribusi.

"Untuk penyaluran MBG hari ini masih dilakukan, karena sebagian siswa juga masih masuk sekolah dan makanan sudah siap dibagikan," ujarnya.

Evaluasi ISPU Tentukan Kembalinya MBG

Setelah masa PJJ berakhir, Pemkot Bontang akan mengevaluasi kondisi kualitas udara sebelum menentukan apakah pembelajaran tatap muka dapat kembali dilaksanakan. Evaluasi mempertimbangkan hasil pengukuran Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di wilayah Bontang.

Surya menegaskan penghentian penyaluran MBG hanya bersifat sementara. Program akan kembali disalurkan setelah kegiatan pembelajaran tatap muka dinyatakan aman dan sekolah kembali menerima siswa.

"Jadi kami menunggu penetapan dari pemerintah daerah," katanya.

Penyaluran MBG di Bontang bergantung pada keputusan Pemkot Bontang soal status pembelajaran. Jika ISPU menunjukkan kondisi udara membaik, pembelajaran tatap muka bisa kembali dibuka dan distribusi makanan bergizi ke siswa pun berlanjut seperti biasa.

Reporter: Aditya Nugraha
Sumber: kaltim.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top