PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) mengoptimalkan kembali sumur minyak dan gas tua di kawasan Sepinggan, Balikpapan, Kalimantan Timur, untuk menjaga pasokan energi nasional. Sumur Sepinggan V-7 yang telah beroperasi puluhan tahun itu kini memproduksi 710 barel minyak per hari dan sekitar 0,8 juta standar kaki kubik gas per hari, melampaui target awal yang ditetapkan perseroan.
BALIKPAPAN — PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT), anak perusahaan PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), membuka kembali akses menuju zona potensial di Sumur Sepinggan V-7. Langkah itu ditempuh setelah akses pada kedalaman sekitar 13.000 kaki berhasil dibuka, lalu dilanjutkan dengan pekerjaan workover (WO).
General Manager Zona 10 PT PHKT Darmapala menyatakan optimalisasi sumur migas yang telah beroperasi puluhan tahun menjadi bagian dari upaya menjaga produksi energi nasional. "Optimalisasi sumur migas yang telah beroperasi puluhan tahun (tua/mature) bagian dari upaya menjaga produksi energi nasional," ujar Darmapala dalam keterangan tertulis yang diterima ANTARA di Penajam Paser Utara.
Setelah akses menuju zona potensial terbuka, tim PHKT melakukan perforasi pindah lapisan pada zona yang dinilai memiliki prospek produksi. "Kemudian melakukan perforasi pindah lapisan pada zona yang dinilai memiliki prospek produksi," tambah Darmapala.
Hasilnya, produksi minyak Sumur Sepinggan V-7 mencapai 710 barel per hari (BOPD). Produksi gas dari sumur yang sama tercatat sekitar 0,8 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).
"Produksi minyak dan gas Sumur Sepinggan V-7 melampaui target awal yang ditetapkan," jelas Darmapala.
Capaian produksi tersebut bertumpu pada kemampuan menemukan kembali zona potensial yang sebelumnya belum dapat dimanfaatkan. Zona itu kini kembali memberi kontribusi signifikan terhadap produksi PHKT di kawasan Sepinggan.
Kepala Perwakilan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas) Kalimantan dan Sulawesi Haryanto Syafri menilai keberhasilan optimalisasi sumur tua menunjukkan masih terbuka ruang peningkatan produksi melalui pemanfaatan aset yang sudah ada.
Capaian Sumur Sepinggan V-7 menjadi gambaran bahwa sumur migas yang telah memasuki fase tua masih menyimpan peluang produksi. PHKT dan SKK Migas berharap semakin banyak potensi serupa yang bisa dioptimalkan.
Optimalisasi aset yang sudah ada dinilai dapat memberikan kontribusi signifikan bagi keberlanjutan produksi migas. Langkah itu sekaligus menopang pemenuhan kebutuhan energi nasional dari wilayah Kalimantan Timur.