DBS Indonesia Kini Kuasai 99% Saham DBS Vickers Sekuritas, Resmi Bentuk Konglomerasi Keuangan

Penulis: Aditya Nugraha  •  Selasa, 01 September 2026 | 19:09:31 WIB
DBS Indonesia resmi menguasai 99% saham DBS Vickers Sekuritas, menandai terbentuknya Konglomerasi Keuangan DBS di Indonesia.

KALIMANTAN TIMURPT Bank DBS Indonesia (DBSI) mengambil alih 99% saham DBSVI dari DBS Vickers Securities Holdings Pte Ltd. Sisa 1% saham tetap berada di tangan entitas milik Grup DBS tersebut. Dengan struktur kepemilikan ini, DBSI bertindak sebagai induk operasional, sementara DBSVI berstatus anggota Konglomerasi Keuangan DBS di Indonesia.

Pengambilalihan ini bukan sekadar perubahan struktur kepemilikan. Ia menjadi dasar bagi integrasi yang lebih dalam antara bisnis perbankan dan pasar modal, dari sisi produk hingga manajemen risiko.

Sinergi Perbankan dan Pasar Modal Menjadi Kunci

Presiden Direktur PT Bank DBS Indonesia Lim Chu Chong menyebut akuisisi ini sebagai tonggak penting. Ia menegaskan langkah tersebut mencerminkan komitmen DBS memperkuat struktur organisasi, tata kelola, serta pengelolaan risiko yang terintegrasi sesuai ketentuan regulator.

"Terwujudnya Konglomerasi Keuangan DBS merupakan tonggak penting dalam perjalanan Bank DBS di Indonesia," ujar Lim dalam keterangan resmi, Selasa (1/9).

Dengan kepemilikan penuh ini, DBS membuka ruang sinergi yang lebih luas. Nasabah korporasi, institusi, maupun individu akan mendapat akses ke solusi keuangan yang merangkum layanan perbankan, treasury, hingga pasar modal dalam satu pintu.

Kepatuhan Terhadap Aturan OJK dan Pengawasan Terintegrasi

Pembentukan konglomerasi ini mengacu pada Peraturan OJK No. 30 Tahun 2024 tentang Konglomerasi Keuangan dan Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan. Regulasi itu menuntut adanya satu perusahaan induk yang mengelola risiko dan tata kelola secara terpadu untuk seluruh anggota konglomerasi.

Struktur ini memberi kerangka pengawasan yang lebih ketat bagi DBS. Risiko operasional di bank dan sekuritas kini diawasi dalam satu kesatuan, mengurangi potensi celah yang timbul dari pengelolaan entitas terpisah.

Dukungan Grup untuk Perluas Layanan DBS Vickers

Pelaksana Tugas Presiden Direktur DBS Vickers Sekuritas Indonesia Andreas Oen menilai masuknya DBSVI ke dalam struktur konglomerasi memberi akses lebih besar terhadap sumber daya Grup DBS. Ia optimistis hal ini akan memperluas kapabilitas dan kualitas layanan perseroan di industri pasar modal Indonesia.

"Dukungan yang semakin kuat dari Grup DBS memungkinkan kami untuk memperluas kapabilitas, meningkatkan kualitas layanan, serta semakin berperan dalam mendukung perkembangan pasar modal Indonesia," kata Andreas.

Ekosistem DBS di Indonesia kini mencakup dua lini utama: perbankan komersial dan jasa pasar modal. Integrasi ini sejalan dengan agenda OJK untuk memperdalam pasar modal domestik melalui perluasan akses pembiayaan bagi pelaku usaha serta penguatan industri jasa keuangan nasional.

Kehadiran DBSVI di bawah kendali DBSI juga diharapkan menciptakan nilai jangka panjang bagi nasabah dan pemangku kepentingan lain melalui kolaborasi yang lebih erat dengan ekosistem DBS secara keseluruhan. Tata kelola yang terintegrasi menjadi fondasi yang memungkinkan kolaborasi itu berjalan dalam kerangka risiko yang terkendali.

Reporter: Aditya Nugraha
Sumber: keuangan.kontan.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top