BONTANG — Selama satu tahun memimpin Polres Bontang, AKBP Widho Anriano berhasil mengungkap 84 perkara narkotika. Dari pengungkapan tersebut, polisi mengamankan 111 tersangka dan menyita 2,6 kilogram sabu.
Menurut Widho, pengungkapan jaringan narkoba di Bontang membutuhkan strategi khusus. Para pelaku terus mengembangkan taktik baru untuk mengelabui petugas.
"Kerja sama tim menjadi kunci utama dalam keberhasilan pengungkapan jaringan gelap narkotika di Bontang. Terbukti, 111 tersangka berhasil kami amankan," ujar AKBP Widho kepada Klik Kaltim.
Alumnus Akpol 2005 ini menekankan bahwa tugas kepolisian tidak hanya menangani kriminalitas. Widho mengaku rutin menyambangi berbagai organisasi kemasyarakatan (ormas) berbasis keagamaan, suku, adat, dan budaya.
"Bontang ini miniatur Indonesia. Semua suku, budaya, ras, dan agama ada. Itu tugas berat yang harus dijaga dan diwariskan agar tetap harmonis," sambungnya.
Sinergi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) disebutnya menjadi perekat utama untuk mencegah potensi konflik di kota majemuk tersebut.
Selama kepemimpinannya, layanan Hotline Kapolres Bontang menjadi jembatan komunikasi langsung antara warga dan institusi Polri. Mayoritas pengungkapan kasus justru berawal dari laporan warga melalui saluran tersebut.
Mulai dari kasus pencurian kendaraan bermotor, peredaran narkoba, konflik keluarga, hingga persoalan sosial lainnya, semua bisa disampaikan secara langsung. Widho menyebut peran Polri adalah memastikan seluruh aktivitas masyarakat berlangsung aman dan nyaman.
Di luar tugas pokoknya, Polres Bontang juga berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam program ketahanan pangan. Salah satu program yang diluncurkan pada masa kepemimpinan Widho adalah penanaman jagung secara konsisten.
"Kami juga berperan dalam menjaga ketahanan pangan. Semua kami persembahkan untuk Bontang," terangnya.
Sebelum menjabat Kapolres Bontang, Widho memiliki jejak karier yang panjang. Ia lulus dari Akademi Kepolisian pada 2005 dan pernah bertugas di Polresta Samarinda, Polda Metro Jaya, hingga Interpol.
Di akhir masa jabatannya, Widho menyampaikan terima kasih kepada seluruh unsur Forkopimda dan masyarakat Bontang. Ia berpamitan untuk melanjutkan tugas sebagai Kepala Bagian Pembinaan Karier (Kabagbinkar) Biro SDM Polda Kalimantan Timur.