BERAU — Infrastruktur penerbangan di ujung utara Kalimantan Timur ini tak lagi sekadar melayani mobilitas pejabat atau masyarakat lintas provinsi. Bandara Kalimarau kini menjadi tulang punggung sektor pariwisata pesisir Berau yang potensial.
Kepala Badan Layanan Umum Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas I Kalimarau, Patah Atabri, menegaskan posisi strategis bandara tersebut. "Bandara kami memiliki posisi yang sangat strategis untuk melayani mobilitas masyarakat serta pejabat dari wilayah Kalimantan Timur maupun Kalimantan Utara, serta yang terpenting pariwisata pesisir andalan provinsi ini," ujarnya di Berau, Selasa.
Mayoritas turis domestik dari ibu kota maupun Surabaya kini rutin memanfaatkan penerbangan langsung menuju Kalimarau. Setelah mendarat, para pelancong umumnya langsung menuju deretan objek wisata bahari unggulan seperti Pulau Maratua, Derawan, Pulau Kakaban, dan Pulau Sangalaki.
Menariknya, tidak semua wisatawan harus menyeberang lautan. Beberapa di antaranya sengaja datang hanya untuk menikmati fasilitas penginapan santai di area sekitar bandara.
Pemerintah Kabupaten Berau mencatat antusiasme tinggi selama periode libur panjang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Sebanyak 36.096 orang memadati berbagai destinasi wisata di Kabupaten Berau selama momentum pergantian tahun tersebut.
Capaian itu didominasi oleh pergerakan pelancong nusantara sebanyak 35.305 orang, serta ditopang oleh kehadiran 791 turis mancanegara. Data ini menunjukkan tren positif yang terus mendongkrak kedatangan wisatawan setiap waktunya.
Selain mendukung pariwisata, Bandara Kalimarau juga memperkuat akses perbatasan antarprovinsi. Kedekatan letak geografis membuat bandara ini hanya berjarak tempuh dua hingga tiga jam perjalanan darat dari Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara.
Waktu tempuh yang relatif singkat tersebut menjadikan bandara ini lebih disukai oleh sebagian masyarakat ibu kota Kalimantan Utara dibandingkan harus melakukan perjalanan jauh ke Tarakan. Infrastruktur transportasi udara yang dirancang kelas internasional ini pun menjadi tulang punggung bagi pengembangan sektor pariwisata lokal yang potensial.