Rapat Formatur KONI Kaltim Deadlock Usai Oknum Luar Intervensi, 3 Posisi Inti Mulai Mengerucut

Penulis: Dimas Prasetyo  •  Senin, 08 Juni 2026 | 12:27:31 WIB
Rapat formatur KONI Kaltim deadlock akibat intervensi oknum luar.

SAMARINDA — Rapat yang sedianya berjalan lancar itu berubah ricuh setelah seorang oknum dari luar tim formatur secara sepihak masuk dan membantah hasil pembahasan dengan penilaian personal. Sikap tersebut langsung membuat beberapa anggota formatur tersinggung dan meninggalkan ruangan.

Ketua Terpilih KONI Kaltim, H. Anderiy Syachrum, akhirnya mengambil keputusan tegas untuk menyatakan rapat tim formatur deadlock. "Selanjutnya (kelanjutan rapat) akan ditentukan kemudian. Untuk menghindari masuknya kembali oknum-oknum di luar formatur, agenda rapat berikutnya akan dirahasiakan," ujar sebuah sumber yang membenarkan kronologi insiden tersebut.

Tiga Posisi Inti Sudah Dikantongi Ketua Terpilih

Meski rapat berakhir buntu, informasi dari internal tim formatur menyebutkan bahwa struktur teras KONI Kaltim sudah mulai mengerucut. Posisi Sekretaris Umum (Sekum) kabarnya sudah diputuskan langsung oleh H. Anderiy Syachrum.

Untuk posisi Ketua I dan Ketua II, masing-masing sudah memiliki nominasi kuat. Sementara itu, nama Nindya Listiyono disebut-sebut menjadi calon tunggal yang paling menguat untuk posisi Ketua III.

Gasali: Aspirasi Daerah dan Cabor Harus Dikawal

Salah satu anggota Tim Formatur, Gasali, menegaskan bahwa pihaknya akan tetap konsisten mengakomodir nama-nama yang telah diusulkan oleh Pengprov Cabang Olahraga (Cabor) pendukung serta KONI Kabupaten/Kota. Ia mengingatkan bahwa perjuangan memenangkan Anderiy Syachrum telah dimulai sejak bulan puasa.

"Kita ini bekerja sudah sejak awal, bahkan sejak bulan puasa demi memenangkan Pak Anderiy. Oleh karena itu, aspirasi dari daerah dan cabor pendukung harus tetap dikawal dengan baik," tegas Gasali.

Rapat Berikutnya Akan Digelar Tertutup

Hingga berita ini diturunkan, belum ada jadwal resmi kapan rapat lanjutan tim formatur akan kembali digelar. Rapat berikutnya dipastikan bersifat tertutup untuk menghindari intervensi serupa dari pihak luar.

Reporter: Dimas Prasetyo
Sumber: kaltimkita.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top