Hasil Retribusi Wisata Bontang Kuala Diusulkan untuk Biayai Festival Seni dan Budaya, Ini Kata Winardi

Penulis: Chandra Kusuma  •  Rabu, 03 Juni 2026 | 19:29:01 WIB
Winardi mengusulkan hasil retribusi wisata Bontang Kuala untuk mendukung festival seni dan budaya.

BONTANG — Polemik pemanfaatan retribusi wisata kembali mencuat di Bontang. Winardi, politisi PDI-P yang duduk di Komisi B DPRD setempat, secara spesifik mengusulkan agar pemasukan dari Pelataran Kelurahan Bontang Kuala tidak sekadar masuk kas daerah, tetapi juga dirasakan langsung oleh warga.

“Kalau kita sudah tahu high season-nya Sabtu dan Minggu, maka harus ada pemantik kegiatan di sana,” kata Winardi saat ditemui usai rapat gabungan di Ruang Rapat Paripurna, Selasa (2/5/2026).

Festival Seni Skala Kecil Jadi Agenda Rutin

Winardi mencontohkan, pemerintah bisa memfasilitasi festival seni rupa skala kecil. Caranya dengan menyediakan panggung dan ruang pertunjukan bagi seniman lokal secara bergilir.

“Misalnya minggu ini ada festival seni rupa kecil-kecilan. Sediakan tempatnya, panggungnya, panggil anak-anak seni rupa tampil. Penutupannya bisa diisi seni budaya khas Bontang Kuala,” ujarnya.

Menurutnya, pola ini bisa menjadi agenda rutin dengan tema yang berganti setiap pekan. Pada pekan berikutnya, kegiatan bisa diisi dengan seni modern atau pertunjukan kreatif lain yang melibatkan komunitas setempat.

Pesan Pelestarian Budaya untuk Generasi Muda

Lebih dari sekadar hiburan, Winardi menilai kegiatan ini menjadi medium pelestarian budaya. Lewat pertunjukan yang dinikmati langsung oleh masyarakat dan wisatawan, pesan tentang pentingnya menjaga tradisi bisa tersampaikan secara organik.

“Jadi sampai pesannya bahwa lembaga adat Bontang Kuala menjaga pelestarian budaya itu sampai ke anak cucu. Bukan hanya tercatat di tulisan, tapi masih bisa dilihat dan dirasakan sampai hari ini,” terangnya.

Winardi menambahkan, skema ini menciptakan siklus saling menguntungkan antara sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan pelestarian budaya. Dengan begitu, retribusi yang dibayarkan pengunjung tidak lagi hilang dalam struktur anggaran, tetapi berputar untuk menghidupkan ekosistem seni di Bontang Kuala.

“Mungkin sebagian hasil retribusi bisa diarahkan ke sana,” tutup Winardi.

Reporter: Chandra Kusuma
Sumber: dialektis.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top