KALIMANTAN TIMUR — IHSG terkoreksi 0,91% ke level 6.140 dalam beberapa menit pertama perdagangan. Tekanan jual mendominasi dengan 380 saham melemah, sementara hanya 198 saham bertahan di zona hijau. Sebanyak 381 saham lainnya stagnan.
Volume transaksi awal mencapai 3,09 miliar saham dengan nilai Rp2,1 triliun. Aksi ambil untung usai penguatan sebelumnya menjadi pemicu utama koreksi ini.
Tekanan merata di hampir seluruh indeks utama. Indeks LQ45 melemah 0,28% ke 617, JII turun 0,26% ke 376, MNC36 terkoreksi 0,17% ke 269, dan IDX30 melemah 0,21% ke 348.
Dari sisi sektoral, hanya empat sektor yang bertahan di zona hijau: energi, properti, industri, dan kesehatan. Sisanya—konsumer siklikal, infrastruktur, bahan baku, teknologi, konsumer non-siklikal, keuangan, dan transportasi—semuanya melemah.
Di tengah tekanan IHSG, beberapa saham justru mencatatkan kenaikan signifikan. Tiga top gainers adalah PT DFI Retail Nusantara Tbk (HERO), PT Arthavest Tbk (ARTA), dan PT Pudjiadi & Sons Tbk (PNSE).
Kenaikan ini terjadi di tengah minimnya sentimen positif dari sektor keuangan dan teknologi yang justru menjadi pemberat indeks.