Laba Bersih Jamkrida Kaltim Tembus Rp 12,74 Miliar di 2025, Beban Klaim Naik Jadi Rp 6,48 Miliar

Penulis: Dimas Prasetyo  •  Kamis, 21 Mei 2026 | 12:09:01 WIB
PT Jamkrida Kaltim catat laba bersih Rp 12,74 miliar pada 2025 meski beban klaim naik.

SAMARINDA — PT Jamkrida Kaltim membukukan laba bersih setelah pajak sebesar Rp 10,03 miliar pada tahun buku 2024. Angka itu melonjak 166,84 persen dari rancangan target awal. Lonjakan ini menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah perusahaan yang berdiri sejak sembilan tahun lalu.

Pada 2025, tren positif berlanjut. Perusahaan tetap tangguh mencetak laba bersih Rp 12,74 miliar, atau 126,99 persen dari target. Capaian ini diraih meskipun beban klaim meningkat drastis menjadi Rp 6,48 miliar.

Strategi Komunikasi Jadi Kunci Ketahanan Finansial

Direktur Utama PT Jamkrida Kaltim Agus Wahyudin membeberkan ketahanan finansial perseroan saat presentasi penjurian TOP BUMD Awards 2026, Senin (9/2/2026). Menurutnya, perombakan strategi internal menjadi faktor utama.

“Kinerja tersebut, menunjukkan ketahanan perusahaan dalam menjaga profitabilitas, meskipun beban klaim meningkat menjadi Rp 6,48 miliar,” kata Agus.

Manajemen memperkuat tata kelola komunikasi lintas sektor. Direksi rutin berkoordinasi menyamakan persepsi bersama seluruh entitas BUMD dan pemerintah daerah Kaltim. Langkah ini mencegah tumpang tindih eksekusi program penjaminan.

Pejabat Wajib Sertifikat Profesi untuk Jaga GCG

Agus menambahkan, pejabat eksekutif dan analis kini wajib mengantongi sertifikat profesi resmi. Aturan ini mematuhi standar Good Corporate Governance (GCG) dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Penyampaian informasi yang transparan mewujudkan komunikasi publik yang sehat. Masyarakat jadi mudah memantau kiprah perusahaan dalam memodali pelaku usaha mikro.

PT Jamkrida Kaltim terlibat langsung menggawangi beberapa program kredit bunga nol persen. Di Samarinda ada Kredit BERTUAH, di Kutai Kartanegara ada MERANTI, di Bontang ada KBK, dan di Paser ada TUNAS.

Kontribusi PAD Capai Rp 8,34 Miliar dalam Sembilan Tahun

Perseroda penjaminan ini membuktikan komitmennya mencetak Pendapatan Asli Daerah (PAD) senilai total Rp 8,34 miliar sejak berdiri. Seluruh kinerja positif itu tetap terjaga meskipun perusahaan sempat menghadapi tekanan berat pada masa pandemi COVID-19 tahun 2020–2021.

“Dan kemudian berhasil bangkit dengan mencatatkan laba tertinggi sebesar Rp 10,03 miliar pada tahun buku 2024,” pungkas Agus Wahyudin.

Reporter: Dimas Prasetyo
Sumber: humasindonesia.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top